
Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini sebuah telepon seluler (ponsel) telah berubah fungsi dari hanya sekedar digunakan untuk komunikasi suara dan SMS kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan fitur seperti kamera, kibor QWERTY, kalender, akses Internet dan kemampuan untuk menerima dan mengirim e-mail. Sehingga keadaan ini menyulitkan bagi sebagian orang untuk membedakan batasan antara ponsel dan “smartphone” atau ponsel pintar.
Beberapa waktu lalu, teman saya bertanya tentang “apa yang membedakan antara smartphone dan ponsel masa kini?”, Ini merupakan pertanyaan bagus dan menarik. Jika dilihat dari sudut pandang perusahaan, sebuah “smartphone” harusnya memiliki kemampuan untuk me-remote suatu pekerjaan secara jarak jauh, sebuah smartphone tersebut juga harus memiliki tingkat keamanan yang berlapis, dengan cara ini, sebuah smartphone juga dapat diatur oleh sebuah sistem yang terpusat, hal ini sama seperti apa yang diterapkan pada perangkat Blackberry dan Windows Mobile. Dalam banyak kasus, perangkat ini juga berjalan pada keamanan maksimum, yang berarti bahwa sebagian besar dari fitur cerdas telah dapat di-non-aktifkan dari jarak jauh oleh sebuah admin sistem.
Namun jika dilihat dari sisi konsumen dan sudut pandang bisnis secara individu (ini seperti apa yang kami lakukan pada situs FeedBerry.com dimana konsumen atau pengguna individu merupakan target utama situs kami) cukup sulit membedakan antara smartphone dengan ponsel saat ini, karena beberapa produk ponsel bahkan telah memiliki kemampuan untuk dapat diinstal aplikasi dari pihak ketiga, sementara jika kita membedakan sebuah ponsel dan smartphone dari sistem operasinya kini semakin sulit terlebih saat ini bermunculan beberapa ponsel dengan OS propietary seperti halnya iPhone OS, walau sistem operasi iPhone hanya dijalankan khusus pada ponsel Apple iPhone namun iPhone merupakan ponsel pintar dengan berbagai fitur dan fungsi layaknya sebuah komputer pada umumnya, begitu juga dengan Nokia N900 dengan sistem operasi Maemo berbasis Linux.
Kami melihat bahwa dalam waktu kedepan, pengertian “ponsel”, “telepon genggam” atau “mobile phone” akan semakin kabur, hal ini sama dengan apa yang terjadi dengan penyebutan untuk perangkat “PDA (personal digital assistant)”, “handheld” (perangkat genggam), atau “Palm Pilot”, penggunaan kata tersebut saat ini hanya digunakan untuk menyebut jenis teknologi perangkat genggam di masa lalu, dan ini juga akan terjadi pada “ponsel”, “telepon genggam” atau apalah kita menyebutnya untuk sebuah perangkat dengan kemampuan komunikasi suara dan SMS tanpa kita peduli terhadap teknologi yang digunakannya, sementara penggunaan kata “smart” atau “cerdas” akan menjadi sesuatu yang relatif untuk menyebutkan sebuah ponsel canggih di masa depan.
Bagaimana menurut Anda?.. [Q]
FeedBerry
