
Saat ini kemunculan ponsel Android sudah mulai meramaikan pasaran ponsel di dunia, bahkan saat ini ponsel Android sudah banyak beredar di Indonesia, baik melalui jalur resmi maupun tidak resmi alias Black Market (BM). Baru-baru ini Motorola telah mengeluarkan smartphone yang bertajuk Droid yang memiliki segudang kemampuan mulai dari akses Internet kecepatan tinggi, Peta Digital dari Google, pemutar musik dan video serta memiliki fitur layar sentuh dan kamera. Dengan hadirnya Motorola Droid ini, bukan hanya perangkat PND (Personal Navigation Device) yang merasa terancam, namun Apple iPhone juga dibuat ketar-ketir.
Memang wajar jika iPhone merasa sedikit was-was dengan kehadiran ponsel ini, karena Motorola Droid memiliki fitur setara dengan iPhone 3GS bahkan pada beberapa fitur Motorola Droid lebih unggul dibanding iPhone 3GS. Beberapa fitur setara yang dimiliki kedua perangkat tersebut adalah keduanya memiliki akses Internet berkecepatan tinggi baik melalui jaringan seluler maupun akses nirkabel melalui WiFi, kedua smartphone itu juga sama-sama dijejali dengan sistem navigasi GPS (global positioning system). Dalam sistem navigasi, Droid pun dinilai lebih unggul daripada iPhone 3G S karena Droid sudah terintegrasi dengan layanan online Google Maps Navigation dari Google Inc, yang mampu memberikan petunjuk lebih aktual karena memiliki peta digital yang lebih update. Dari sisi layar, Droid pun lebih unggul daripada iPhone karena Droid dilengkapi layar 3.7 inci, sementara layar iPhone 3G S hanya berukuran 3,5 inci saja.
Ukuran layar yang lebih besar ini yang menjadikan Droid lebih menarik dan lebih baik dalam menampilkan halaman web, peta digital, foto dan video. Walaupun begitu iPhone 3GS dan model-model ponsel iPhone lainnya juga tetap memiliki keunggulan dalan kemampuan layar sentuh multi-touch, yakni pengoperasian dengan menggunakan dua jari seklaigus. Droid juga memiliki kemampuan ini, namun pada perangkat Droid dilengkapi dengan tombol QWERTY fisik, sehingga proses menulis e-mail, chatting atau menulis artikel yang panjang bisa lebih nyaman dilakukan.
Sebaliknya, pada iPhone 3GS tidak punya keyboard fisik sama sekali. Untuk mengetik, pengguna iPhone 3G S harus menggunakan keyboard virtual di layar, sehingga risiko salah ketik pun lebih besar. Dalam hal pencitraan, iPhone 3GS pun masih tertinggal jauh dibandingkan Droid. Hal ini disebabkan karena, Droid telah dijejali dengan kamera digital yang memiliki resolusi 5 megapixel, juga kemampuan autofokus dan lampu kilat. Sedangkan pada iPhone 3GS hanya dilengkapi kamera 3 megapixel. Walaupun kamera iPhone 3GS memiliki fungsi autofokus, namun iPhone tidak memiliki lampu kilat.
Untuk soal memory iPhone 3GS lebih unggul dibanding Droid karena iPhone 3GS telah memiliki memory internal hingga32 GB sedangkan pada Droid, pengguna harus menambahkan kapasitas memori dengan kartu microSDHC jika ingin mendapatkan kapasitas memory yang lebih lega. walaupun begitu, kekuatan utama dari ponsel Droid berada pada sistem operasinya. Dengan sistem operasi Android, Motorola Droid berpeluang memiliki lebih banyak aplikasi karena para pengembang software bebas membuat aplikasi untuk Android — seperti kita ketahui bersama bahwa Android dibangun dengan basis Linux.
Sebaliknya, iPhone 3GS menggunakan sistem operasi Mac OS X dari Apple. Hingga saat ini, para pengembang software harus lebih dulu mendapatkan izin dari Apple jika ingin membuat aplikasi untuk sistem operasi iPhone secara umum, atau iPhone 3GS pada khususnya. Perihal birokrasi ini membuat jumlah pengembang aplikasi iPhone 3GS sangat terbatas. Karena smartphone Android berpeluang mendapatkan dukungan lebih banyak aplikasi, penggunaan smartphone Android seperti Droid pun diperkirakan akan meningkat pesat. Bahkan sebuah Firma riset Strategy Analytics Inc memperkirakan, penjualan smartphone secara global dengan sistem operasi Android akan bertumbuh hingga mencapai 900% pada 2009.
Itu artinya bahwa, Android akan meraih pertumbuhan tertinggi dalam industri diranah ini. Firma Strategy Analytics meyakini, bahwa Android bahkan akan mampu menyusul pertumbuhan iPhone. Strategy Analytics menjelaskan, iPhone memang mampu meraih pertumbuhan tertinggi di industri dalam dua tahun terakhir. Namun pada 2009, menurut Strategy Analytics, iPhone hanya akan mampu meraih peningkatan dari penjualan global 79% per tahun. Pertumbuhan iPhone diperkirakan terus melemah karena pasar mulai jenuh.
Saat ini perangkat iPhone sudah beredar di sebagian besar negara di dunia dan sudah banyak pencinta produk Apple yang menggunakan iPhone. Strategy Analytics mengungkapkan, pertumbuhan Android siap meroket karena Android mendapatkan dukungan besar dari para operator seluler, produsen handset, dan pengembang (developer) peranti lunak (software). Di samping itu, wilayah distribusi smartphone Android juga semakin luas sehingga terdapat lebih banyak orang dapat membeli smartphone Android.
“Pada semester kedua 2008, Android hanya dipasarkan di AS. Namun Android mulai menyebar ke Eropa dan Asia di sepanjang 2009. Karena itu, Android akan meraih pertumbuhan yang dramatis hingga 900% per tahun pada 2009,” ujar Tom Kang selaku Senior Analyst Strategy Analytics. Director Strategy Analytics Neil Mawston menambahkan, pertumbuhan pesat penjualan global smartphone Android dipastikan akan bertahan hingga beberapa tahun mendatang.
“Alhasil, Android berpeluang besar menjadi pemain yang mendominasi di industri sistem operasi smartphone secara global dalam dua atau tiga tahun mendatang,” ungkap Mawston.
FeedBerry








