Amazon.com awalnya merupakan toko buku online terbesar yang selanjutnya menjual CD, Musik, Komputer dan banyak lagi produk lainnya. Salah satu produk terlaris Amazon.com adalah Kindle, sebuah perangkat elektronik untuk membaca buku dengan format elekronik (Ebook Reader). Kindle selama ini telah terjual dengan jumlah yang cukup significant menyumbang pundit-pundi keuntungan amazon.com.
Di balik kesuksesan itu terdapat seorang Technopreneur, CEO amazon.com Jeff Bezos. Seorang yang memiliki visi yang kuat mengenai perjalanan dunia bisnis serta teknologi internet, termasuk ide untuk membuat Kindle. Amazon.com yang selama ini belum pernah punya pengalaman dalam memproduksi hardware sendiri “tergerak” oleh visi Jeff Bezos untuk merilis produk Kindle Ebook Reader. Walaupun pada awalnya banyak yang tidak setuju terhadap ide ini. Akan tetapi fakta di lapangan berbicara lain Kindle menuai sukses besar bahkan menjadi leader sampai saat ini di pasaran Ebook Reader.
Kelihatannya kurang menarik jika membahas Kindle tapi kita terlewat membahas sekilas sosok Jeff Bezos.
Adalah Jeff Bezos, jenius lulusan Universitas Princeton dengan gelar summa cum laude pada tahun 1986 yang memantik ide awal amazon.com. Dari keenceran otak dan energi besar yang Bezos telah miliki sejak awal untuk memulai suatu bisnis, yaitu menjual buku melalui Internet –adalah satu-satunya ketertarikan besar Bezos pada masa itu. Dengan dasar pemikiran bahwa belum ada yang mendominasi potensi pasar bisnis raksasa di bidang penjualan buku online.
Beruntung memang, ketika kali pertama Bezos menapakkan kaki-kakinya pada bisnis online bookstore tersebut. Pasalnya, pada tahun 1994 bisa dibilang hanya ada Barnes & Noble serta Borders Group yang masa itu pangsa pasar keduanya hanya mencapai kurang dari 25% atas keseluruhan transaksi 30 milyar US$ untuk pasar buku di Amerika. Itulah yang menjadikan intuisi Bezos semakin kreatif dan ekspansif untuk membangun amazon.com.
Dengan moto TUMBUH BESAR DENGAN CEPAT dan membangun budaya perusahaan yang energik dan ramah pelanggan sehingga menimbulkan efek “lekat” ke pelanggan (businessweek 2009).
Dan amazon.com “tumbuh” dan disukai oleh banyak konsumen. Kuncinya kata Jeff Bezos adalah memperkerjakan orang-orang yang tepat dengan “passionate” yang tinggi dalam bekerja dan membangun bisnis. Tidak hanya buku-buku yang dijajakan di toko online-nya. Variasi penjualan jalur produk terus ditambah sesuai dengan pertumbuhan usahanya. Koleksi seperti kaset VHS, cakram DVD, CD musik, MP3, perangkat lunak komputer, video games, barang elektronik, perlengkapan hiburan multimedia, furniture, panganan, mainan anak-anak –merupakan sebagian daftar barang dagangan di situs amazon.com milik Bezos. Info terbaru kemajuan amazon.com dalam e-commerce, digital e-book reader, Amazon Kindle merupakan salah satu hot item yang paling laris di US (kapan ya bisa masuk ke indonesia ? <!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>
<!–[endif]–>).
Seperti layaknya industri atau bisnis di dunia manapun, ekspansi dan diversifikasi adalah kata kunci untuk survive dan berkembang pesat. Tak ayal, Bezos pun turut meramaikan arena pertarungan di jagad Internet dengan mengakuisisi Alexa Internet dan A9.com (sebagai jasa mesin pencari), serta IMDb (sebagai pangkalan data online untuk informasi seputar film, aktor, acara TV, kru produksi, dan video games). Dijamin Bezos tidak akan berhenti sampai di situ. Progress terakhir amazon.com membeli Zappos.com, retail sepatu dan pakaian yang unik serta kreatif.
Bahkan kabar terbaru amazon.com menawarkan utilitas komputasi awan (Cloud Computing) yang memungkinkan pihak luar menggunakan resource komputasi yang sangat besar yang dimiliki oleh amazon.com.
Dalam salah satu artikel di Businessweek, Jeff Bezos adalah sosok CEO yang sangat memperhatikan investasi dalam bidang riset, bahkan dalam keadaan ekonomi sulit sekalipun. Karena menurut Bezos, keunggulan bisnis mereka bisa diperoleh dari riset yang kuat.
FeedBerry

