Apple baru saja merilis perangkat baru yang bernama iPad, sebuah varian baru dari produk Apple yang sempat menjadi rumor hangat sejak tahun lalu, dimana produk ini merupakan sebuah komputer tablet yang memiliki kemampuan untuk mengakses Internet, pemutar file-file multimedia serta dapat juga digunakan sebagai pembaca eBook.
Dengan adanya produk ini, Apple sendiri telah membuat beberapa aplikasi yang ditujukan khusus untuk menjadikan perangkat ini agar dapat menjadi lebih optimal digunakan oleh penggunanya, seperti iBookstore, sebuah layanan toko buku elektronik online yang dapat diakses dan diunduh langsung melalui perangkat iPad untuk selanjutnya dibaca pada perangkat iPad.
iPad juga memiliki koneksi data 3G dan WiFi dengan standar 802.11n, dengan teknologi ini, memungkinkan bagi penggunanya untuk dapat mengakses konten web serta mengunduh file eBook, namun jangan salah mengira, karena koneksi ini hanya digunakan sebagai infrastruktur untuk mengakses data saja, koneksi data 3G ini bukan untuk digunakan sebagai jalur komunikasi suara maupun SMS, walaupun begitu kita dapat menjadikan perangkat iPad ini untuk melakukan panggilan VoIP.
Terlepas dari teknologi yang disematkan kedalamnya, saya justru melihat adanya suatu masalah kecil namun sangat krusial bagi saya, yakni “waktu”, saya tidak mengatakan bahwa Apple salah dalam menentukan waktu peluncuran perangkat ini, namun saya lebih melihat mengenai “kapan waktu yang baik untuk menggunakan perangkat ini?”
Jika ini merupakan perangkat komputasi bergerak (mobile), saya justru malah tidak melihat keunggulannya sebagai perangkat yang mudah dibawa-bawa kemanapun. Dengan ukuran layar 10 inci membuat produk ini menjadi perangkat yang tidak dibilang kecil, terlebih dengan berat 1.5 pond membuat penggunanya akan merasa pegal jika memegang perangkat ini dalam waktu yang lama.
Mungkinkah perangkat ini digunakan di rumah?, ya sangatlah mungkin, namun bagi saya yang menghabiskan waktu di depan komputer selama 6 hingga 10 jam perhari, rasanya tidak nyaman untuk menggunakan iPad yang dioperasikan dengan layar sentuh, walaupun iPad dilengkapi dengan kibor sebagai aksesoris tambahan namun sistem operasi iPhone OS 3.0 yag digunakan tidak mendukung kebutuhan multitasking yang biasa saya lakukan ketika saya harus berkatifitas di depan komputer, sementara saya bolak-balik masuk aplikasi pengolah kata dan membuka situs referensi, saya juga terkadang membuka aplikasi lainnya di PC. Jika pun saya menggunakannya selama liburan, dan saya membawa iPad ke pantai saya justru malah akan lebih khawatir layar iPad yang sensitif akan menjadi kotor terkena noda, debu atau cipratan air.
Perlu diingat bahwa saya tidak mengatakan iPad itu jelek, justru sebaliknya, iPad sebenarnya merupakan perangkat yang mumpuni digunakan untuk mengakses Internet dengan kecepatan tinggi, namun sayangnya iPad tidak cukup memenuhi kebutuhan sebagian orang, sebagian lagi bahkan mengeluhkan ketidak mampuan iPad dalam melakukan multitasking dan mengolah animasi Flash saat surfing di Internet, sebagian lagi malah kecewa karena Apple tidak menyematkan fitur kamera pada iPad.
Jika kita membutuhkan produk dengan kemampuan mobilitas dan komfortabilitas yang tinggi, mungkin iPod touch-lah yang kita butuhkan, jika masih belum puas, mungkin iPhone pilihan yang sangat tepat. Jika iPhone dan iPod touch dapat menjadi “buah” penyegar dalam hidup Anda, saya sendiri saat ini masih cukup puas dengan “buah” lain yang telah menemani saya dalam dua tahun terakhir ini.[]
FeedBerry










Setuju…pegel juga yah megangin gadget berjam-jam, palagi benda semahal ipad, takutnya jatuh, kena gores, air, debu…duh sayang! Pesan moralnya, Things that you own end up owning you – Fight Club