Maraknya pasar global smartphone memicu berkembangnya pangsa pasar lain yang terkait; aplikasi mobile untuk smartphone. Yaitu suatu aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ke tiga agar dapat berjalan pada platform smartphone, untuk memberikan value lebih untuk para pengguna.
Dan aplikasi-aplikasi mobile tersebut turut mendongkrak citra dan pasar smartphone itu sendiri. Tentunya kita masih ingat fenomena aplikasi BlackBerry dan aplikasi Instant Messaging yang mendongkrak popularitas RIM-BlackBerry di tanah air.
Aplikasi-aplikasi dengan grafis yang bagus terbukti juga mendongkrak popularitas Apple iPhone. Aplikasi-aplikasi mobile berbasis internet dan layanan Google turut meningkatkan pamor Android sebagai platform mobile teknologi yang paling baru. Diharapkan aplikasi untuk smartphone ini ada yang menjadi “killer app” dan pada akhirnya akan memberikan daya ungkit yang sangat significant terhadap pangsa pasar smartphone itu sendiri. Sama persis dengan kondisi pasar PC.
Demikian ketatnya persaingan teknologi mobile dan pentingnya aplikasi yang menarik banyak pengguna, maka masing-masing vendor smartphone global memiliki cara tersendiri untuk memasarkan aplikasi-aplikasinya.
Terdapat Apple App Store, BlackBerry App World, Nokia Ovi Store, Android App Store yang masing-masing menyediakan aplikasi untuk platform teknologi mobile mereka masing-masing, baik yang gratis ataupun berbayar.
Potensi ekonomi pangsa pasar aplikasi smartphone ini tidak bisa dianggap remeh, research2guidance memberikan nilai pasar aplikasi smartphone tahun 2009 sebesar $1,94 miliar.
Dan diperkirakan akan terus tumbuh dengan perkiraan nilai pasar tahun 2013 $ 15,65 miliar seiring dengan makin meningkatnya para pengguna smartphone global.
Tentunya ini adalah suatu kabar baik bagi para pengguna smartphone dan pelaku bisnis. Di satu sisi para pengguna smartphone akan lebih mendapatkan value yang lebih dari hanya sekedar menelepon, sms dan browsing internet. Di satu sisi lainnya terbuka pangsa pasar lainnya bagi para pengembang aplikasi bisnis atau para technopreneur yang berminat.
(Via techcrunch)
FeedBerry


