Mundurnya dua punggawa RIM

Posted by on Jan 24th, 2012 and filed under Blackberry. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Mike Lazaridis (Kiri) dan Jim Balsillie (Kanan)

Kabar mengejutkan datang dari kubu Research In Motion dimana mereka mengumumkan bahwa duo co-CEO Jim Balsillie dan Mike Lazaridis memutuskan untuk mundur dari jabatan mereka. Ini mengindikasikan bahwa di tubuh RIM tengah ada masalah?

Tentu terlalu awal bagi kita untuk menyimpulkan hal tersebut, namun menilik dari adanya sejumlah rumor mengenai kegagalan produk mereka terutama PlayBook dan menurunnya penjualan yang berdampak pada menurunnya nilai saham mereka telah membuat publik berkesimpulan bahwa perusahaan yang berbasis di Kanada ini tengah dirunduh masalah.

Thorsten Heins yang semula menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) RIM telah dipilih untuk menggantikan Jim Balsillie dan Mike Lazaridis. Namun begitu Lazaridis dan Balisillie masih berstatus pemilik saham terbesar RIM. Dimana masing-masing memegang kepemilikan 5% saham RIM. Selain itu, keduanya juga masih masuk dalam jajaran dewan perusahaan. Khusus Lazaridis, ia juga akan tetap aktif sebagai vice-chairman dan head of innovation committee perusahaan asal Kanada itu.

Thorsten Heins

Thorsten Heins tak lain adalah masih orang dalam RIM yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Heins terpilih sebagai President dan CEO untuk meneruskan implementasi berbagai rencana RIM ke depan yang sebelumnya sudah diajukan kedua co-CEO ke dewan direksi.

Sebelumnya Heins telah berpengalaman selama dua dekade di Siemens AG. Di perusahaan asal Jerman tersebut Heins pernah menjalankan beberapa peran, mulai dari bagian riset dan pengembangan sampai manajemen produk.

Sebagai CEO baru tantangan yang dihadapi tak hanya berjuang melawan dominasi Apple dan Android milik Google. Pria berusia 54 tahun ini juga perlu menangkis persaingan dari Microsoft yang menggandeng operator seperti AT&T dan vendor ponsel seperti Nokia untuk ambil bagian di pasar smartphone.

Dalam sebuah wawancara, Heins menyebutkan fokus RIM pada software milik sendiri akan memberikan hasil jangka panjang. Sekitar 18 bulan silam, RIM mempertimbangkan dan memutuskan untuk tidak mengadopsi sistem operasi lain.

Heins mengungkapkan perannya saat ini akan membawa RIM menuju fase berikutnya. Dan langkah pertama yang akan diambil adalah mencari Chief Marketing baru untuk berkomunikasi dengan pasar konsumen.

“Kami akan mengerjakan pasar konsumer tanpa mengorbankan perusahaan. Saya ada di sini bukan untuk melarikan diri dari pasar Amerika Serikat. Saya di sini untuk meraihnya,” tandas Heins.

Dilansir Reuters, Heins mengatakan perhatian yang paling mendesak adalah menjual deretan ponsel cerdas BlackBerry OS 7, mengeluarkan update perangkat lunak PlayBook pada Februari yang akan datang, kemudian menyiapkan peluncuran ponsel cerdas berbasis Blackberry 10 untuk tahun ini.

“Strategi Jim dan Mike dengan tidak mengorbankan value jangka panjang untuk waktu jangka pendek adalah benar. Saya setuju dengan value tersebut,” kata Heins. Menurutnya, strategi RIM yang bergantung pada software sendiri meniru apa yang dilakukan Apple.

No related content found.

1 Response for “Mundurnya dua punggawa RIM”

  1. [...] diberitakan sebelumnya, CEO RIM kini telah berganti. Melalui tangan Thorsten Heins sebagai CEO baru, tentu banyak kalangan [...]

Leave a Reply

*


Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE

Switch to our mobile site

Log in / Feedberry.com

The names RIM and BlackBerry are registered Trademarks of Research in Motion Limited. feedberry.com is in No Way Affiliated with Research in Motion Limited.