Review Sony Xperia Go dan Xperia Sola

Posted by on Aug 17th, 2012 and filed under Gadget, Smartphones. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Ponsel Android yang tahan terhadap debu dan air kian mudah dijumpai. Setelah Sony Ericsson Xperia active, Motorola Defy Mini, Motorola Defy XT, sekarang hadir Sony Xperia go. Xperia go alias ST27i boleh dianggap sebagai penerus Xperia active. Layar lebih lebar, prosesor lebih trengginas, memori internalnya pun lebih lega.

Xperia go dibekali layar sentuh kapasitas 3,5 inci beresolusi 320 x 480 piksel. Layar yang mampu menyajikan hingga 16 juta warna itu diklaim tahan gores. Sebuah cutter penulis goreskan berkali-kali ke permukaan layar. Hasilnya, layar tetap mulus.

Karena telah memenuhi standar IP67, berarti Xperia go takkan rusak kala terkena debu atau tanpa sengaja jatuh ke tempat penyimpanan tepung terigu. Ponsel itu mestinya boleh pula direndam di air tawar sedalam maksimal satu meter dengan durasi paling lama 30 menit.

Gelas berisi air dan bak mandi sempat menjadi arena pembuktian kemampuan Xperia go. Selama terbenam di air, layar sentuh ponsel praktis tak bisa dioperasikan. Pemotretan di dalam air juga sangat sulit dilakukan.

Andaikan Xperia go dibekali dengan tombol fisik kamera, hmm… pasti lebih asyik. Sebab, pengguna bakal leluasa melakukan pemotretan di dalam air. Namun, bisa jadi Sony sengaja menghilangkan tombol fisik kamera supaya dosa pengguna tak bertambah banyak. Lho kok? Iya kan. Umpama ponsel itu bisa dipakai untuk memotret di bawah air dengan mudah, bukan mustahil ada pengguna yang sengaja berlama-lama di kolam renang untuk mengabadikan “pemandangan” bawah air.

Ketika ponsel dikeluarkan dari air dan permukaan layar masih basah, layar sentuh Xperia go tetap merespons sapuan jari penulis. Ponsel itu memanfaatkan prosesor dual core 1 GHz. Kamera lima megapiksel dengan autofocus dan lampu kilat, perekam video HD 720p, radio FM, GPS, Wi-Fi, dan mendukung layanan HSPA adalah sebagian spesifikasi lain Xperia go.

Ponsel dengan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread tersebut memperoleh tenaga dari baterai 1.305 mAh yang ditanamkan. Pengguna tak bisa membongkar pasang baterai tanpa menggunakan alat bantu.

Beberapa aplikasi kebugaran telah diinstalasikan ke ponsel yang tebalnya kurang dari satu cm itu. Yakni, miCoach, FigureRunning, dan WalkMate. Ada pula kompas dan lampu senter yang mungkin dibutuhkan ketika pengguna berolahraga di luar ruangan.

Memori internal Xperia go sebesar 3,98 GB, sedangkan memori telepon saat pengguna belum menginstalasikan aplikasi tambahan mencapai 1,77 GB. Bila kapasitas tersebut masih dianggap kurang besar, pengguna tinggal menyelipkan kartu microSD berdaya tampung maksimal 32 GB ke slot memori eksternal yang tersedia.

Xperia go tersedia dalam tiga pilihan warna: hitam, putih, dan kuning. Harga jual resmi ponsel seberat 110 gram itu sebenarnya Rp 2,999 juta. Tetapi, karena baru beredar, ada saja penjual yang berusaha mencari keuntungan lebih dengan menawarkannya sampai Rp 3,15 juta.

Pada harga jual yang persis sama, tiga juta kurang seribu rupiah, Sony memiliki satu ponsel lain. Yakni, Xperia sola yang tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, dan merah. Karena spesifikasinya mirip, Xperia sola ibarat saudara kembar Xperia go.

Update: mulai 14 Agustus 2012, harga Xperia sola turun menjadi Rp 2,799 juta.

Perbedaan utama antara Xperia go dan Xperia sola ada empat poin. Pertama, Xperia sola tak boleh dicelupkan ke air. Kedua, Xperia sola berlayar sentuh lebih lebar dan beresolusi lebih tinggi, yaitu 3,7 inci dan 480 x 854 piksel.

Ketiga, ponsel berdimensi fisik 116 x 59 x 9,9 mm dan berat 107 gram itu mendukung Near Field Communications (NFC). Bila dipadukan dengan SmartTag yang sepintas berwujud seperti stiker, pengguna dapat mengubah pengaturan ponsel dengan sangat cepat. Misalnya, kalau Xperia sola disentuhkan ke SmartTag di kamar tidur, maka ponsel otomatis akan silent. Fitur GPS, bluetooth, dan Wi-Fi spontan juga tidak aktif.

Terakhir, Xperia sola memiliki fitur “berkekuatan gaib” yang disebut floating touch. Fitur itu memungkinkan pengguna saat browsing menyorot tautan alias link tertentu tanpa perlu menyentuh layar. Dengan demikian, akurasi pengguna dalam memilih tautan yang hendak diaksesnya otomatis meningkat.

Xperia go dan Xperia sola sama-sama menarik. Harga jualnya kebetulan sama pula. Pengguna tinggal menentukan pilihan berdasarkan selera atau kebutuhan. Umpama harus memilih, penulis tegas mengarahkan jari ke Xperia go warna kuning. Sebab, fitur floating touch dan NFC belum mendesak untuk dimiliki. Satu alasan lain, meskipun spesifikasinya sama, menurut penulis, kinerja nyata kamera Xperia sola kalah prima dibandingkan Xperia go.

Review ini dibuat oleh Pak HSW -  http://ponselmu.com/?p=1487

Leave a Reply

*


Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE
Log in / Feedberry.com

The names RIM and BlackBerry are registered Trademarks of Research in Motion Limited. feedberry.com is in No Way Affiliated with Research in Motion Limited.